Mitos dan Fakta Tentang Penanganan Wasir

Posted on : September 7, 2022

Mitos Dan Fakta Tentang Penanganan Wasir

Mitos dan Fakta Tentang Penanganan Wasir — Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah yang terletak di usus besar bagian bawah atau rektum, serta anus atau dubur. Sebagian besar penderita tidak menangani wasir dengan serius, hingga sampai di tahapan sudah parah dan menghambat aktivitas vital normal.

Masih banyak pula yang salah kaprah mengenai wasir ini dan tidak mengetahui mana fakta yang benar. Check mitos seputar wasir ini dan bagaimana faktanya.

1. Wasir disebabkan oleh makanan pedas

Banyak orang masih menganggap sambal dan makanan pedas bisa menyebabkan sakit perut dan diare berkepanjangan sehingga memicu wasir.

Faktanya:

Makanan pedas tidak ada kaitan langsung dengan ambeien. Faktanya, asupan serat sangat penting sebagai pencegahan wasir. Kekurangan serat justru dapat mengakibatkan feses mengeras dan memicu sembelit, sehingga penderita akan lebih sering mengejan saat BAB dan berisiko mengalami wasir. Jadi pastikan untuk memenuhi kebutuhan serat dengan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah buahan.

2 Wasir hanya dialami oleh lansia

Lansia memang memiliki risiko lebih besar terkena wasir, namun ini lebih dikarenakan dengan bertambahnya usia, maka jaringan penyangga antara rektum dan anus semakin melemah. 

Faktanya:

Semua kalangan usia juga memiliki resiko terkena wasir apabila sering mengejan saat BAB, sering mengangkat beban berat, memiliki riwayat diare kronis, kurang mengonsumsi makanan berserat, dan sering duduk dalam jangka waktu lama.

3 Wasir menjadi pertanda kanker usus besar

Masyarakat menganggap wasir yang ditandai dengan keluarnya darah dari anus, merupakan pertanda penyakit kanker usus besar.

Faktanya:

Wasir tidak selalu ditandai dengan keluarnya darah, hanya pada stadium tertentu ada gejala ini. Wasir dan kanker usus besar memang bisa ditandai dengan adanya perdarahan pada anus, tetapi mekanisme dan gejala berbeda. 

4 Wasir tidak bisa dicegah

Faktanya :

Wasir bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Dimulai dari penerapan pola makan kaya serat, cukup minum air putih setiap hari, tidak melakukan aktivitas mengangkat beban berat dan menghindari posisi duduk dalam jangka waktu lama. Tambahan lain yang tidak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan Kesehatan secara teratur terutama bila sudah berusia di atas 35 tahun.

5. Operasi wasir pasti menyakitkan

Faktanya:

Penanganan operasi saat ini sudah menggunakan teknologi modern sehingga minim nyeri dan proses pemulihan lebih cepat. Metode penanganan operasi ini disebut Dg-HAL RAR dengan teknik minimal invasif atau tanpa pisau bedah, untuk kasus wasir mulai dari derajat keparahan satu hingga empat. 

Kelebihan prosedur Dg-HAL RAR:

  1. Mini rasa nyeri, karena tanpa pemotongan jaringan sehingga tidak ada luka sayatan operasi
  2. Resiko komplikasi lebih rendah dan bebas dari kerusakan jaringan
  3. Proses penyembuhan relatif lebih baik dan cepat.
  4. Lama perawatan umumnya hanya satu hari, sehingga waktu pulang pasien lebih cepat.
  5. Pada hari ke-2 dan ke-3, pasien bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Penanganan wasir dengan prosedur DG HAL RAR tersedia di BIMC Hospital Nusa Dua, ditangani oleh spesialis bedah umum berpengalaman,   dr. I Wayan Wahyu Sutrisna, Sp.B, M.Biomed, FICS. Untuk jadwal konsultasi dengan dr Wahyu, hubungi admin.nd@bimcbali.com.

Relate Article