Trigeminal Neuralgia: Nyeri wajah dan pipi bawah sebelah

Posted on : September 21, 2022

Trigeminal Neuralgia Nyeri Wajah Dan Pipi Bawah Sebelah

Trigeminal Neuralgia: Nyeri wajah dan pipi bawah sebelah — Trigeminal Neuralgia adalah rasa nyeri di salah satu sisi wajah mulai dari dahi, pipi bawah hingga dagu. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada simpul saraf trigemus. Sesuai artinya, trigeminus memiliki saraf berjumlah tiga pasang, berada di sisi kiri dan kanan, dimana jika dilihat dari depan, akan tampak seperti tiga pasang saraf pada wajah. 

Cabang pertama menuju daerah dahi, cabang kedua menuju pipi, dan cabang ketiga menuju rahang. Itu yang menjadi alasan mengapa gangguan saraf trigeminus menimbulkan nyeri pada satu atau lebih bagian wajah. Pada banyak kasus, nyeri ini lebih sering terjadi pada rahang pipi bawah, sehingga sering dianggap sakit gigi. padahal masalah utamanya bukan terletak pada gigi, melainkan saraf.

Gejala Trigeminal Neuralgia

Umumnya rasa nyeri dirasakan di bagian wajah, terutama pipi, rahang, gusi, gigi, atau bibir.Rasa nyeri ini juga terkadang dapat terasa pada mata dan dahi. Rasa nyeri serupa dengan tersengat listrik, tegang atau kram, atau tertusuk-tusuk.

Penderita dapat merasakan sakit pada satu area wajah atau menyebar ke seluruh wajah. Rasa nyeri dapat terjadi secara tiba tina atau bisa dipicu oleh, seperti bicara, tersenyum, mengunyah, menggosok gigi atau mencuci muka.

Serangan trigeminal neuralgia bisa terjadi secara teratur dalam beberapa hari, minggu, atau bulan bahkan menahun. Pada umumnya rasa nyeri menyebabkan penderitanya sangat terganggu dan tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari sehingga dapat menurunkan kualitas hidup dan bahkan memicu depresi.

Penanganan Trigeminal Neuralgia

Meski trigeminal neuralgia sangat menyulitkan dan mengganggu kualitas hidup penderitanya, namun kasus ini dapat dikendalikan dengan pemberian obat. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiologi, yaitu CT Scan atau MRI, guna memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyakit lain yang bisa menyebabkan nyeri pada wajah selain trigeminal neuralgia, misalnya sinusitis, glaukoma, migrain dan lain sebagainya.

Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan diagnosis trigeminal neuralgia, dokter bisa memberikan alternatif pilihan terapiradio frukuensi bagi pasien, tingkat keberhasilan yang dinilai cukup baik dan pada kebanyakan kasus pascatindakan pasien tidak perlu minum obat penghilang nyeri saraf lagi.

Radio Frekuensi merupakan prosedur invasive untuk penanganan nyeri (interventional pain management) yang dilakukan dengan mengalirkan gelombang panas radiofrekuensi ke cabang saraf trigeminal sesuai dengan daerah wajah yang mengalami nyeri.

Gelombang yang dihasilkan arus listrik tersebut akan memblokir rasa nyeri agar tidak dialirkan melalui saraf ke otak sehingga penderitanya tidak lagi merasakan nyeri pada wajahnya. Gelombang radiofrekuensi ini dihasilkan oleh alat khusus dan dihantarkan ke cabang saraf trigeminal dengan panduan alat fluoroskopi.

Peluang untuk sembuh dari trigeminal neuralgia dengan terapi RF lebih besar dengan kelebihan tanpa bedah, risiko komplikasi relatif lebih rendah dibandingkan tindakan pembedahan dan prosedur lebih cepat tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Terapi RF untuk penanganan trigeminal neuralgia tersedia di BIMC Hospital Nusa Dua, ditangani oleh spesialis intervensi nyeri berpengalaman dr. Cindy Nasrani, Sp An M. Biomed FIPM FIPP. Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin.nd@bimcbali.com.

Relate Article