Vaksin Anak di Usia 12 Bulan Pertama

Posted on : February 15, 2021

Vaksin Anak Di Usia 12 Bulan

Vaksin Anak di Usia 12 Bulan Pertama — Imunisasi adalah suatu proses untuk membantu cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa, sehingga mereka akan lebih rentan terserang penyakit. Di sinilah peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir, kalau tidak diimunisasi, sistem imun si kecil tidak akan kuat.

Pada saat diberi vaksin, tubuh anak dipaparkan pada sejumlah kecil mikroorganisme penyebab penyakit tertentu yang sudah dilemahkan. Semua mikroorganisme ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi, sehingga terbentuklah antibodi untuk penyakit tertentu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja tidak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.

Imunisasi dasar

  1. Usia 0 bulan: 1 dosis hepatitis B
  2. Usia 1 bulan: 1 dosis BCG dan polio
  3. Usia 2 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
  4. Usia 3 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
  5. Usia 4 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
  6. Usia 9 bulan: 1 dosis campak/MR

Imunisasi lanjutan

  1. Usia 18-24 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR
  2. Kelas 1 SD/sederajat: 1 dosis campak dan DT
  3. Kelas 2 dan 5 SD/sederajat: 1 dosis Td

9 Jenis Imunisasi untuk anak usia 0 – 12 bulan

Vaksin Hepatitis B (HB)

Vaksin hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B yang mengganggu fungsi pada hati. Vaksin hepatitis B pertama diberikan dalam 12 jam setelah lahir. Jadwal pemberian vaksin hepatitis B adalah pada 0,1 dan 6 bulan. Jika ibu dari bayi yang baru lahir terkena hepatitis B, maka pemberian vaksin hepatitis B harus disertai Imunogoblin Hepatitis B (Hepatitis B immunoglobulin umumnya digunakan untuk mencegah orang terjangkit hepatitis B setelah mendapat transplantasi hati, dan pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B.). Jika Vaksin Hepatitis B dikombinasikan dengan DTPw (DTP whole-cell) maka diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan dan jika Vaksin Hepatitis B dikombinasikan dengan DTPa (DTP a-cellular) diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

Vaksin Polio

bayi yang dilahirkan di rumah harus segera diberi vaksin polio dan bayi yang dilahirkan di rumah sakit akan mendapatkan vaksin polio saat dipulangkan. Selanjutnya vaksin polio diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Vaksin BCG

Vaksin BCG adalah vaksin yang membantu melindungi anak dari penyaki tuberculosis. vaksin BCG hanya diberikan satu kali dan paling optimal pada usia 2 bulan dan maksimal 3 bulan Jika anak diberikan vaksin BCG lebih dari usia 3 bulan, anak perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. effek dari vaksin ini adalah tumbulnya bisul yang muncul kira-kira 1-2 bulan kemudian. munculnya bisul menandakan vaksin bekerja dengan baik.

Vaksin DTP

Vaksin DTP adalah vaksin yang melindungi anak dai penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin DTP dapat diberikan pada anak usia 6 minggu. Terdapat dua jenis vaksin, yaitu DTP, DTPw, dan DTPa.

Vaksin Pneumokokus (PCV)

Vaksin PVC adalah vaksin yang melindungi anak dari infeksi bakteri streptococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan penyakit meningitis, pneumonia dan septicemia. Vaksin PCV diberikan pada usia 7–12 bulan, dengan jarak 2 bulan dari vaksin sebelumnya selama tiga kali dan vaksin terakhir diberikan satu kali di atas usia 1 tahun. Pada anak usia 2 tahun, PCV hanya perlu diberikan satu kali.

Vaksin Rotavirus

Vaksin rotavirus adalah vaksin yang melindungi bayi dari berbagai penyakit diantaranya dehidrasi berat akibat diare akut yang dapat berakibat fatal. Ada 2 jenis vaksin rotavirus yaitu rotavirus monovalent dan rotavirus pentavalen. Vaksin rotavirus monovalent diberikan sebanyak dua kali untuk usia pertama kali diberikan yaitu pada 6–14 minggu sejak kelahiran, sedangkan vaksin pentavalen diberikan dengan jarak 4 minggu dari vaksin pertama dan batas maksimal usia pemberian adalah 24 minggu.

Vaksin Influenza

Vaksin influenza adalah vaksin yang membantu mencegah influenza/flu pada anak dan diberikan pada usia lebih dari 6 bulan yang diulang setiap satu tahuh sekali. virus influenza menyebar melalui kontak air liur dan jika penyakit ini menyerang saluran pernapasan, gejala yang timbul bisa berupa batuk kering, demam, sakit kepala, pilek, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk bisa sangat parah dan bertahan hingga 2 minggu, bahkan menyebabkan kematian.

Vaksin Campak

Sesuai dengan namanya, vaksin ini melindungi anak dari penyakit campak. Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan. Apabila sudah mendapatkan vaksin MMR, maka vaksin campak 2 tidak perlu diberikan.

Vaksin MMR

Vaksin MMR terdiri daritiga jenis virus yaitu untuk melawan penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman/rubella (German measles). Tiga penyakit tersebut merupakan infeksi serius yang dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti meningitis, pembengkakan otak, hingga hilang pendengaran (tuli).

Vaksin MMR diberikan saat anak berusia 15 bulan, kemudian diberikan lagi pada usia 5 tahun sebagai penguatan. Imunisasi MMR dilakukan dalam jarak minimal 6 bulan dengan imunisasi campak. Namun bila pada usia 12 bulan anak belum juga mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR.

Vaksin Varisela

Vaksin Varisela adalah vaksin yang melindungi anak dari penyakit cacar air. Vaksin diberikan setelah anak berusia 12 bulan /  sebelum anak masuk sekolah dasar,  Apabila vaksin diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Tentang Poli Anak BIMC Hospital Nusa Dua

Vaksin Anak di Usia 12 Bulan PertamaBIMC Hospital Nusa Dua yang berlokasi dikawasan ITDC Nusa Dua menyediakan layanan Poli Anak yang didukung dengan 2 dokter spesialis anak yang berpengalaman dan kompeten di bidang spesialisasi anak. Ditunjang dengan fasilitas kelas satu yang nyaman dan steril, siap menangani kebutuhan kesehatan buah hati Anda.

Poli spesialis anak BIMC Hospital Nusa Dua tidak hanya fokus pada aspek-aspek penunjang kesehatan yang dibutuhkan oleh anak, namun juga memahami perbedaan luas antara gangguan kesehatan pada pasien anak dan dewasa. Hal terpenting dalam fokus pediatri adalah tumbuh kembang fisik pasien anak. Tubuh anak yang semula kecil, kemudian memasuki tahap perkembangan dari tahun ke tahun, kebutuhan penunjang kesehatan pun berubah secara drastis, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.

Untuk membuat janji pertemuan dengan dokter spesialis anak di BIMC Hospital Nusa Dua, hubungi :

BIMC Hospital Nusa Dua

Telp. +62 361 3000 911

WhatsApp +62 811 3896 113

Email : nusadua@bimcbali.com

Relate Article