Terapi Radiofrekuensi di BIMC Pain Clinic — BIMC Hospital Bali

Terapi Radiofrekuensi di BIMC Pain Clinic

Posted on : November 17, 2020

Theraphy Radiofrequency

Terapi Radiofrekuensi di BIMC Pain Clinic — Terapi radiofrekuensi (RF) adalah salah satu tindakan yang dilakukan di BIMC Pain Clinic untuk mengurangi nyeri. Tindakan ini adalah tindakan minimal invasif, yaitu tanpa pembedahan, dengan cara menyuntikkan sebuah jarum khusus yang dapat menghantarkan listrik. Aliran listrik radiofrekuensi akan menghasilkan gelombang khusus dan panas yang menumpulkan rasa nyeri di jaringan saraf sehingga mengurangi sinyal nyeri dari sumber penyebab nyeri.

Terapi RF sangat efektif untuk mengurangi nyeri pada kasus-kasus nyeri kronis yang tidak membaik dengan terapi obat atau fisioterapi, misalkan pada kasus nyeri pinggang bawah akibat saraf terjepit, arthritis sendi lumbal, arthritis sendi sakrum, dll. Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilannya sampai dengan 80% untuk mengurangi nyeri kronis.

Pasien sering bertanya, apakah terapi ini aman? 

Terapi RF sudah banyak diteliti, dan terbukti aman dilakukan. Umumnya efek samping yang terjadi adalah nyeri lokal selama beberapa hari dan rasa kebas yang dapat menetap beberapa bulan. Dokter Anda akan menentukan saraf mana yang perlu diterapi dan memastikan terapi tidak akan mempengaruhi fungsi otot dan gerak, sehingga Anda tidak perlu takut dengan efek samping kemungkinan “lumpuh”.  Yang menjadi tantangan bagi dokter intervensi menempatkan jarum secara presisi ke saraf yang dituju, dan untuk memastikan penempatan yang tepat digunakan media ultrasonografi (USG) atau fluoroskopi (semacam alat x-ray) sebagai alat bantu untuk visualisasi jarum ke target. Dengan penggunaan media bantu tersebut, dapat lebih dipastikan keamanan dan ketepatan terapi karena dapat menghindari struktur-struktur berbahaya, misalkan pembuluh darah atau jaringan saraf lainnya.

Bagaimana cara terapi RF dilakukan?

Umumnya terapi ini dilakukan dengan anestesi lokal. Dokter Anda akan melakukan penyuntikan dengan alat bantu USG atau fluoroskopi (semacam alat x-ray) dengan kondisi steril untuk menghindari infeksi. Tindakan biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan dapat dilakukan secara rawat jalan (tidak perlu rawat inap). Pasien akan diobservasi untuk memastikan tidak ada efek samping yang berat (misalkan reaksi alergi, perdarahan, mual, dll), lalu diperbolehkan pulang (harus ada yang mendampingi pulang). Pasca tindakan pasien dapat beraktivitas sehari-hari seperti biasa, namun disarankan tidak melakukan olahraga atau aktivitas berat dulu.

Apakah efek RF langsung dirasakan?

Pada awal tindakan, pasien dapat merasakan nyeri berkurang secara dramatis, namun bukan efek langsung dari RF tetapi dari anestesi lokal yang diberikan. Dalam 1-2 minggu pertama rasa nyeri dapat berfluktuasi, namun umumnya setiap hari akan berkurang. Hasil maksimal dari terapi RF dapat dirasakan setelah 4 minggu pasca terapi.

Seberapa efektif terapi RF?

Terapi RF memiliki angka keberhasilan sampai dengan 80% untuk mengurangi nyeri lebih dari 50%.  Selain itu kabar baiknya adalah RF ini dapat bertahan cukup lama, yaitu selama 1-2 tahun (dibandingkan dengan injeksi steroid yang bertahan sekitar 1 bulan saja). Bila efek RF berkurang dan rasa nyeri kembali lagi, terapi ini dapat diulang kembali.

Terapi Radiofrekuensi di BIMC Pain Clinic

Relate Article