Nyeri tak Tertahankan di Area Perut, Waspada Endometriosis

Posted on : May 23, 2022

Nyeri Tak Tertahankan Di Perut, Waspada Endometriosis

Nyeri tak Tertahankan di Area Perut, Waspada Endometriosis — Endometriosis merupakan bahaya menakutkan bagi perempuan karena sering dikaitkan dengan masalah kesuburan. Biasanya ditandai dengan nyeri tak tertahankan di bagian area perut. 

Penyebab utama munculnya lapisan mirip endometrium di luar organ reproduksi, masih belum diketahui pasti. Namun, peneliti mengungkapkan adanya faktor yang memicu perkembangan endometriosis. Penyakit yang menyerang organ reproduksi ini terbagi menjadi beberapa tahapan. Sebagai perempuan, Anda harus menyadari ciri dan cara mengobatinya sebelum kondisinya memburuk. 

Apa itu endometriosis?

Endometriosis adalah penyakit yang menyerang organ reproduksi. Kemunculan lapisan mirip endometrium ini terjadi karena beberapa faktor. 

Apabila lapisan mirip endometrium terus berkembang, maka bisa menyebabkan kerusakan pada sel telur, ovarium, dan menghambat proses pembuahan. 

Gejala yang muncul mulai dari yang ringan hingga berat. Umumnya, seseorang baru menyadari adanya kelainan tersebut saat menjalani pembedahan panggul ataupun periksa kesuburan. 

Jaringan mirip lapisan rahim yang menempel di luar organ reproduksi tidak dapat keluar dari tubuh dan terus tumbuh serta mengakibatkan perlengketan di sekitar organ. Akibatnya timbul nyeri dan perdarahan. 

Melansir dari Web MD, endometriosis dibagi menjadi 4 tahapan yaitu 

  • Tahap minimal biasanya muncul lesi tetap tidak disertai jaringan parut,
  • Tahap ringan jumlah lesi lebih banyak tetapi belum ada parut yang muncul,
  • Tahap sedang jumlah lesi makin bertambah dan posisinya lebih dalam disertai parut di indung telur dan tuba falopi,
  • Tahap berat munculnya lesi dan kista beserta jaringan parut di bagian rahim hingga usus. 

Ciri- ciri penyakit endometriosis

Menyadari kelainan di organ reproduksi sejak dini, bisa membantu Anda mendapatkan pertolongan dengan cepat sehingga risiko jangka panjangnya dapat diminimalisir. Adapun ciri yang wajib diwaspadai terkena endometriosis adalah sebagai berikut. 

1. Kram perut 

Nyeri saat menstruasi umum terjadi dan dapat diatasi dengan istirahat atau mengompres menggunakan handuk hangat. Biasanya sensasi tidak nyaman akan hilang setelah beberapa jam nyeri berlangsung.

Pada orang dengan endometriosis, nyeri terasa sangat menyakitkan bahkan sampai mengganggu kegiatan sehari-hari. 

Ketika siklus menstruasi dimulai, bukan rahim saja yang mengeluarkan darah. Namun, juga lapisan endometrium yang menempel di organ lain. 

Darah yang meluruh ini mengakibatkan organ sekitar iritasi sehingga menimbulkan rasa sakit. 

2. Nyeri saat buang air kecil

Diskezia alias nyeri saat buang air kecil mungkin terjadi selama masa menstruasi berlangsung. Ini karena lapisan endometrium menempel dekat kandung kemih sehingga menekan dan menyebabkan sensasi nyeri. 

3. Dispareunia

Dispareunia adalah nyeri yang muncul ketika Anda berhubungan seksual. Lapisan rahim di bagian yang tak wajar juga berpengaruh pada kegagalan pembuahan sel telur oleh sperma. 

Tanda lain yang mungkin terasa adalah kesulitan buang air besar, nyeri, pusing, diare, sakit punggung, pegal di perut bawah, kelelahan ekstrim, mual, dan muntah. 

Penyebab munculnya endometriosis

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utama endometriosis yang dialami oleh hampir 176 juta perempuan di dunia dilansir dari CNN. Namun, ahli menyebutkan ada beberapa faktor pemicu munculnya lapisan rahim di organ lain. 

  • pengaruh menstruasi retrograde, 
  • perubahan sel embrio dan peritoneum,
  • terjadi akibat efek samping pembedahan, dan
  • menderita masalah imunitas tubuh. 

Selain karena alasan di atas, banyak yang mengaitkan endometriosis dengan pola hidup buruk dan pola makan yang kurang sehat. 

Penderita endometriosis tidak bisa hamil?

Masalah yang kerap dialami perempuan penderita endometriosis adalah kesulitan memiliki anak. Ini karena endometrium rentan menghalangi sperma mendekati sel telur atau mengganggu fungsi ovarium itu sendiri. 

Namun, nyatanya banyak perempuan dengan penyakit endometriosis berhasil hamil, setelah lapisan rahim tersebut diobati melalui beberapa tindakan medis. 

Apabila Anda berada di tahap ringan dan sedang, peluang hamil masih terbuka luas. Sementara bagi yang berada di tahap akut diperlukan penanganan intensif untuk melanjutkan upaya mendapatkan anak. 

Oleh karena itu, menyadari ciri dan melakukan pemeriksaan dini adalah kunci untuk mendapatkan kesembuhan. Serangkaian tes bisa dicoba untuk mendiagnosis penyakit. 

Cara mengetahui adanya endometriosis

Gejala endometriosis sekilas mirip dengan kista ovarium. Oleh sebab itu, tak cukup jika hanya menerka-nerka melalui cirinya saja. Anda wajib melakukan pemeriksaan dengan ahli untuk mendapatkan diagnosis yang jelas, apabila merasa ada yang aneh di tubuh. 

1. Pemeriksaan panggul

Pemeriksaan panggul dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan di organ reproduksi. Biasanya dilakukan di area vulva, rahim, vagina, dan indung telur. 

2. USG dan MRI

Tes pencitraan dengan USG dan MRI ditujukan untuk melihat organ dalam melalui monitor. Dilakukan tanpa operasi pembedahan dan tidak menimbulkan nyeri. 

3. Laparoskopi

Laparoskopi ginekologi merupakan inovasi yang memungkinkan dokter, mendapatkan visualisasi organ reproduksi lebih jelas dan nyata untuk melihat kondisi tubuh. 

Pemeriksaan laparoskopi ginekologi di BIMC Nusa Dua dilakukan oleh spesialis obgyn yang kompeten dan berpengalaman ditunjang teknologi memadai.

4. Biopsi

Biopsi merupakan pengambilan sampel jaringan yang membantu dokter menentukan diagnosis dan tindakan medis selanjutnya untuk mengatasi masalah endometriosis. 

Penanganan medis untuk endometriosis 

Penanganan medis endometriosis dilakukan sesuai tingkat keparahan dan kondisi tubuh. Endometriosis tak selalu diatasi dengan pengangkatan ovarium dan rahim. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh. 

1. Obat-obatan

Pada kasus ringan, lapisan rahim di luar orgam diatasi dengan mengonsumsi obat anti steroid seperti ibuprofen. Obat-obatan membantu meringankan sensasi nyeri sehingga Anda dapat kembali beraktivitas. 

2. Terapi hormon

Terapi hormon ditujukan untuk mengurangi sensasi nyeri dan menghambat perkembangan endometrium dan mencegah pertumbuhan di tempat lain. Anda mungkin disarankan menggunakan kontrasepsi atau mengonsumsi obat penurun estrogen. 

3. Laparoskopi

Tindakan medis laparoskopi merupakan pilihan untuk mengatasi endometriosis tanpa perlu mengangkat rahim. Ini biasa dilakukan pada kasus ringan dan sedang. 

Laparoskopi dilakukan dengan membuat sayatan kecil di pusar sebagai jalan masuk alat laparoskop yang akan memberikan visualisasi letak dan ukuran endometrium serta mengatasi jaringan mirip lapisan rahim.

Praktik laparoskopi ginekologi di BIMC Nusa Dua dilakukan oleh spesialis obgyn yang kompeten dan memahami prosedur dengan baik sehingga aman bagi pasien. 

4. Histerektomi

Kasus endometriosis parah ditangani dengan histerektomi alias pengangkatan rahim dan ovarium. Akan tetapi, Anda tidak dapat mengandung lagi pasca operasi. 

Rumah sakit terbaik yang menangani endometriosis

Prosedur laparoskopi untuk mengatasi endometriosis masih terbatas di Indonesia. Oleh karena itu, Anda perlu memilih fasilitas kesehatan dengan teknologi memadai dan spesialis yang ahli menggunakan laparoskopi. Rumah sakit BIMC Nusa Dua merupakan pilihan pengobatan terbaik bagi Anda yang ingin menjalani prosedur laparoskopi ginekologi. Spesialis obgyn di sini, drAnak Agung Gede Adi Parathama, Sp.OG  telah menempuh pendidikan formal dan pelatihan Basic Surgical Skill Laparoscopy dan Gynecologist yang menunjang kompetensi dan keahliannya. Ditangani oleh spesialis obgyn berpengalaman dan staff yang ramah, Anda dapat menjalani pengobatan dengan tenang dan nyaman. 

Mengetahui gejala endometriosis sejak awal dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan memungkinkan Anda memiliki buah hati. Penanganan kelainan lapisan mirip endometrium yang buruk dapat meningkatkan risiko dan efek samping. Oleh karena itu, pilih rumah sakit dengan spesialis obgyn dan teknologi terbaik. 

Relate Article